Bartomeu Kritik Keputusan Barcelona Lepas Lionel Messi

Mantan presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu melayangkan kritik terhadap kepemimpinan baru klub Catalan dibawah arahan Joan Laporta, terutama dalam keputusan mereka melepas sang mega bintang Argentina, Lionel Messi.

Sebagaimana diketahui, kontrak Lionel Messi di Barcelona memang sudah berakhir pada musim panas kemarin. Akan tetapi, saat itu banyak pihak yang percaya bahwa peraih Enam Ballon d’Or tersebut akan tetap bertahan di Camp Nou.

Josep Maria Bartomeu

Memang benar, kesepakatan antara Barcelona dengan Messi terkait kontrak baru sudah tercapai, hanya saja kesepakatan tersebut tidak bisa dilanjutkan karena adanya regulasi financial dari La Liga yang membuat kontrak baru Messi tak mungkin diwujudkan.

Pada akhirnya, kedua pihak tidak memiliki jalan lain selain berpisah, Messi pun dengan berat hati meninggalkan Barcelona untuk kemudian bergabung dengan raksasa Ligue 1 Prancis, Paris Saint-Germain.

LEBIH DARI SEKEDAR SEPAKBOLA

Keputusan Barcelona untuk melepas Lionel Messi ini dikritik banyak pihak, termasuk mantan Presiden klub, Josep Maria Bartomeu.

Menurut Bartomeu, Barcelona telah melakukan kesalahan besar dengan Melepas La Pulga, karena menurutnya Messi itu bukan sekedar pemain yang berkontribusi di atas lapangan, tapi juga di luar lapangan dari segi pendapatan.

“Saya selalu berpikir bahwa penting baginya untuk bersama kami, bukan hanya karena ia adalah yang terbaik di dunia, tetapi juga karena kontribusi ekonomi dan institusionalnya,”

“Melepaskan Messi adalah sebuah kesalahan. Ia mewakili lebih dari sekadar pesepakbola,” serunya pada Mundo Deportivo.

INGIN PENSIUN DI BARCA

Bukan cuma Bartomeu yang menyesalkan perpisahan tersebut, Messi sendiri juga tampak terpukul oleh fakta bahwa dia harus meninggalkan Camp Nou, karena sedari awal dia tidak menduga perpisahan ini dan bertekad untuk terus lanjut di Barca hingga gantung sepatu.

“Saya tidak mengharapkan kepindahan ini sama sekali. Di kepala saya, saya akan pergi kembali ke Barcelona, meneken kontrak dan langsung mulai berlatih,”

“Ini pertama kalinya terjadi dalam karir saya. Saya sudah memutuskan bahwa saya akan pensiun bersama Barcelona. Itu sulit, tetapi kami melewati ujian bersama. Banyak hal terlintas dalam pikiran saya, tetapi saya tidak punya pilihan selain pergi,” kata Messi pada France Football.

Eks Arsenal Ini Prediksi MU Bakal Kalah di Kandang Leicester City

Mantan pemain Arsenal yang kini bekerja sebagai pandit sepakbola Inggris, Paul Merson memberikan prediksinya terkait pertandingan big match antara Leicester City melawan Manchester United akhir pekan besok. Menurutnya, tuan rumah akan berhasil menang.

Seperti diketahui, setelah Jeda Internasional akhir pekan besok, Manchester United memang akan bertandang ke King Power Stadium untuk memainkan laga lanjutan Premier League, Sabtu (16/10).

Jelang pertandingan tersebut, tuan rumah Leicester City sendiri sebenarnya sedang tidak dalam kondisi yang bagus, dimana mereka masih berada di peringkat ke-13 pada klasemen sementara Premier League. Dalam lima laga terakhirnya, The Foxes hanya menang sekali.

MU LEBIH MERAGUKAN

Mungkin dari statistik tersebut, Manchester United tampak sedikit lebih baik, akan tetapi Paul Merson justru merasa ragu dengan skuat Ole Gunnar Solskjaer akan performanya yang tidak konsisten. Karena alasan tersebutlah, menurutnya Leicester City lebih favorit meraih tiga poin.

“Manchester United sungguh kesulitan, bukan di Premier League. Mereka hanya memenangkan dua dari enam pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi dan bagi saya sepertinya Ole Gunnar Solskjaer tidak tahu tim terbaiknya,”

“Itu adalah kekhawatiran paling besar. Saya muak dengan memprediksi kemenangan Manchester United. Jujur saja. Jadi kali ini saya akan pergi ke Leicester City untuk mendapatkan tiga poin,” Kata Merson.

ABSENSI PARA PEMAIN KUNCI

Selain masalah konsistensi, Manchester United juga tampak meragukan terkait starting line up mereka dalam laga nanti, mengingat beberapa pemain utama dipastikan absen dalam laga tersebut.

Raphael Varane bakal absen karena cedera, kemudian ada Harry Maguire yang belum fit sepenuhnya, sedangkan Jamie Vardy yang jadi andalan di lini depan Leicester City dalam kondisi yang fit.

“Harry Maguire dan Raphael Varane absen karena cedera. Victor Lindelof dan Eric Bailly bukanlah pemain yang buruk, tapi itu adalah pasangan bertahan yang tidak bermain bersama secara reguler.”

“Mereka juga akan menghadapi salah satu penyerang tengah paling lincah di Liga Inggris yaitu Jamie Vardy, jadi ini bisa menjadi sangat sulit bagi Manchester United,” katanya.

Solskjaer Dinilai Masih Layak Dapat Kesempatan di Manchester United

Belakangan spekulasi pemecatan Ole Gunnar Solskjaer kembali bermunculan, namun legenda Manchester United Paul Scholes menilai bahwa eks rekan setimnya itu masih layak mendapat kesempatan.

Investasi besar-besaran dilakukan Manchester United pada bursa transfer musim panas kemarin dengan mendatangkan sejumlah pemain anyar kelas dunia, diantaranya Raphael Varane, Jadon Sancho dan yang paling spesial adalah Cristiano Ronaldo.

Tentu saja keputusan klub merekrut para pemain tersebut adalah demi bisa bersaing dalam perburuan gelar juara musim ini.

Musim kemarin, mereka sudah sangat dekat dengan trofi juara, dimana Setan Merah finish di posisi ke-2 pada klasemen akhir Premier League. Kemudian pada ajang Liga Europa, klub mencapai babak final namun akhirnya kalah melawan Villarreal.

Sedangkan pada kampanye musim 2021/22 ini, Manchester United sempat mencatatkan start yang cukup menjanjikan. Namun, setelah tiga laga pertama, penampilan mereka tampak mulai tak konsisten.

Bahkan, dalam empat pertandingan terakhirnya di semua ajang, Manchester United hanya mencatat satu kemenangan saja. Tak ayal situasi ini kembali memunculkan desakan dari kalangan para fans agar Ole Gunnar Solskjaer dipecat dari kursi pelatih.

MASIH BISA BUKTIKAN DIRI

Namun, Legenda Manchester United Paul Scholes tak setuju dengan desakan tersebut, karena menurutnya Solskjaer telah membangun skuat sejak dua tahun yang lalu dan harusnya musim ini bisa menjadi ajang pembuktian bagi eks rekan setimnya tersebut.

“Saya pikir dia pantas mendapat kesempatan. Dia telah membangun skuat di mana dia harus diberi waktu setidaknya musim ini, untuk menunjukkan bahwa dia bisa mengelolanya dan memenangkan trofi.” kata Scholes kepada The Overlap.

SUDAH BERKEMBANG

Menariknya, Scholes menganggap Solskjaer sudah membawa perkembangan yang positif bagi Manchester United. Meski memang trofi juara belum diraih, tapi dari segi performa dan permainan, menurut Scholes sudah ada perkembangan dibanding empat tahun yang lalu.

“Jika Anda berpikir tentang tiga atau empat tahun terakhir tentang di mana United berada, itu mengejutkan, bukan? Tidak bagus untuk ditonton sebelum dia datang,” tambahnya.

Selepas jeda Internasional akhir pekan ini, Manchester United akan berhadapan dengan lawan yang cukup berat yakni Leicester City.

Van Der Sar Akui Kaget Saat Dengar Ronaldo Kembali ke MU

Legenda Manchester United, Edwin Van Der Sar mengaku cukup kaget saat mendengar Cristiano Ronaldo memilih berpisah dengan Juventus untuk kemudian kembali ke Old Trafford pada musim panas kemarin.

Sebagai informasi, Cristiano Ronaldo bergabung dengan Juventus pada bursa transfer musim panas tahun 2018 lalu, usai ditebus dari Real Madrid lewat kocek 100 Juta Euro.

Pada saat bergabung, mega bintang Portugal tersebut menyepakati kontrak berdurasi empat tahun di Turin. Namun, saat kontraknya tersisa satu tahun lagi, tepatnya pada musim panas kemarin, secara mengejutkan pemain 37 tahun itu memutuskan hengkang.

Sejumlah raksasa Eropa sempat dikaitkan dengan Cristiano Ronaldo, termasuk diantaranya Manchester City. Namun, pada akhirnya peraih Lima Ballon d’Or tersebut memilih bergabung dengan mantan klubnya, Manchester United lewat tebusan 18 Juta Euro.

KAGET TAPI IKUT SENANG

Nah, kepindahan mantan rekannya tersebut membuat Van Der Sar mengaku cukup terkejut, tidak menduga transfer ini bakal terjadi. Tapi terlepas dari itu, kiper legendaris Manchester United ini ikut senang melihat Ronaldo kembali ke Old Trafford.

“Saya tidak menduga perpisahannya dari Juventus. Ia mengejutkan saya. Tapi selalu menyenangkan melihat Cristiano di Old Trafford dengan seragam Setan Merah,” Kata Van Der Sar pada Tuttosport.

SOAL VAN DE BEEK

Lebih lanjut, Van Der Sar juga ikut berpendapat mengenai situasi Donny Van De Beek di Manchester United, dimana gelandang Belanda itu beberapa kali diisukan hengkang karena jarang mendapatkan kesempatan tampil.

Van Der Sar mengaku cukup sedih melihat kondisi Van De Beek, tapi di satu sisi dia juga mengerti kenapa Solskjaer tidak bisa memberi jaminan bermain reguler kepada sang pemain.

“Ya, tentu saya sedih melihat kondisi Donny saat ini. Donny berada di jalur yang sempurna sebelum bergabung dengan United. Ia menembus tim utama Ajax dari akademi, lalu menjadi starter, memenangkan banyak trofi dan juga tampil apik di level Eropa,”

“Stok gelandang Manchester United sangat berlimpah, dan mereka jarang terkena cedera. Jadi situasinya cukup sulit untuk Donny,” lanjut Van der Sar kepada ESPN.

Bukan Mustahil Andrea Pirlo Tangani Barcelona

Saat ini polemik mengenai posisi Ronald Koeman sebagai kursi pelatih Barcelona masih jadi perbincangan. Legenda Juventus dan Italia, Andrea Pirlo disebut sebagai salah satu kandidat suksesor pria asal Belanda tersebut.

Andrea Pirlo sendiri memang sedang tidak terikat kontrak dengan klub manapun alias menganggur semenjak didepak dari kursi pelatih Juventus pada akhir musim 2020/21 kemarin.

Di masa menganggurnya ini, legenda AC Milan memang sempat dikaitkan dengan beberapa klub, termasuk diantaranya Barcelona.

DI satu sisi, Barcelona memang sedang mengalami periode yang buruk, dimana dari enam laga terakhirnya klub Catalan hanya bisa meraih satu kemenangan saja.

Terbaru, Barca kalah melawan Benfica dengan skor telak 0-3, lalu berlanjut kalah telak 0-2 saat bertandang ke markas Atletico Madrid dalam lanjutan La Liga Spanyol.

Periode sulit ini membuat Posisi Ronald Koeman berada di ujung tanduk, banyak yang percaya bahwa Pria asal Belanda tersebut bakal didepak dari kursi manajer jika situasinya tak kunjung membaik.

BISA MENDARAT DI CAMP NOU

Nah, Tullio Tinti sebagai Agen Transfer Pirlo mengungkapkan bahwa saat ini kliennya itu memang belum dihubungi Barcelona, namun bukan hal yang mustahil Pirlo bakal menukangi klub Catalan tersebut.

“Menurut pendapat saya, dia melakukan yang terbaik tahun lalu, menjadi tahun pertamanya di bangku cadangan. Hari ini tidak ada negosiasi, tetapi siapa yang tahu dalam waktu dekat bakal ada.” kata Tinti kepada TMW.

SOAL BASTONI

Lebih lanjut, Tullio Tinti juga berbicara tentang kliennya yang lain yakni Alessandro Bastoni yang belakangan dikaitkan dengan Klub Premier League, Newcastle United.

Kepindahan Bastoni ke St James Park sangat mungkin terjadi, tapi untuk saat ini kliennya sangat bahagia di Inter Milan.

“Dia menandatangani kontrak beberapa waktu lalu. Saya belum mendengar kabar dari Newcastle. Saya harap dia akan menelepon saya, tetapi untuk saat ini Bastoni mengenakan seragam Inter dan sangat bahagia di Nerazzurri.”

“Jika Bastoni dimasukkan ke bursa transfer, kami akan mengevaluasi, tetapi kami telah menandatangani kontrak dan kami ingin menghormatinya. Dia ingin bertahan di Inter, dia telah mendukung tim ini sejak dia masih kecil: itu masalah yang tidak ada.”

Agen Bantah Tawarkan Franck Kessie Ke Inter Milan

Baru-baru ini, para fans AC Milan dibuat kesal dengan kabar yang mengklaim bahwa Franck Kessie telah ditawarkan ke klub rival, Inter Milan, namun laporan tersebut dibantah tegas oleh agen transfer sang pemain, George Atangana.

Sebagai informasi, saat ini AC milan memang sedang terancam kehilangan satu pemain andalan mereka yakni Franck Kessie. Hal tersebut disebabkan oleh fakta bahwa kontrak pemain Pantai Gading itu bakal berakhir pada musim panas tahun depan.

Menurut laporan, sebenarnya pihak Rossoneri sudah berusaha untuk memberikan perpanjangan kontrak kepada pemain berusia 24tahun tersebut, hanya saja sampai sekarang Kessie belum mengiyakan tawaran kontrak itu.

Tak ayal, situasi ini lantas membuat masa depan sang pemain jadi perbincangan media-media Italia. Beberapa raksasa Premier League dan juga La Liga Spanyol bahkan mulai dikaitkan dengan Kessie.

Nah, menariknya sebuah laporan mengklaim bahwa Frank Kessie juga ditawarkan ke klub rival AC Milan yang tak lain adalah Inter Milan. Tapi masih dari laporan yang sama, pihak Nerazzurri menolak tawaran tersebut karena merasa keberatan dengan permintaan gaji sang pemain.

TAK PERNAH KONTAK INTER

Akan tetapi, laporan tersebut segera dibantah oleh George Atangana yang merupakan agen transfer dari Franck Kessie. Ditegaskan sang Agen bahwa dia sama sekali tidak pernah berbicara dengan pihak Inter Milan.

“Apakah saya menawarkannya ke Inter? Pesepakbola sekaliber Franck tidak perlu ditawarkan pada siapa pun. Dan bagaimanapun, saya tidak pernah berbicara dengan Inter,” tegasnya pada Calciomercato.

Memang banyak spekulasi yang beredar di media-media terkait dengan masa depan kliennya, namun George Atangana bisa memastikan bahwa sebagian besar dari spekulasi itu salah.

“Sudah terlalu lama, hal yang sama dikatakan salah. Saya merasa kasihan kepada mereka yang membacanya, percaya itu benar,” ujar Atangana.

BISA HENGKANG BULAN JANUARI

Andai memang situasinya tidak kunjung berubah, dalam artian Franck Kessie tak juga memperpanjang kontraknya di San Siro, secara otomatis sang gelandang berpotensi hengkang pada Januari 2022 mendatang, atau menjalin kesepakatan pra kontrak dengan klub lain.

Jika Milan melepasnya pada Januari, klub berpeluang mendapat asupan dana dari hasil penjualan tersebut.

Chelsea Disebut Mustahil Pertahankan Gelar Liga Champions, Kenapa?

Frank Leboeuf menganggap bekas klubnya, Chelsea tidak akan bisa memenangkan kembali gelar juara Liga Champions Eropa di musim 2021/22 ini. Apa alasannya?

Sebagaimana diketahui, Chelsea memang berhasil menjadi juara Liga Champions Eropa musim 2020/21 kemarin, padahal melihat perjalanan mereka di awal musim, rasanya pencapaian itu mustahil terwujud.

Ya, Dibawah arahan Frank Lampard, The Blues mendapati serangkaian hasil buruk yang pada akhirnya berbuntut pada pemecatan legenda Inggris itu dari kursi manajer, lalu dia digantikan Thomas Tuchel.

Nah, dibawah arahan pelatih berdarah Belanda tersebut, The Blues berhasil bangkit, dan puncaknya mereka berhasil mengalahkan Manchester City pada babak final Liga Champions Eropa dengan skor tipis 1-0 lalu menjadi juara.

Kegemilangan klub London tak terhenti sampai disitu, mereka berhasil menjadi juara Piala Super Eropa, dan mencatatkan performa yang apik pada awal musim ini. Bahkan, The Blues kini berada di puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris.

CUKUP BERUNTUNG

Tapi menariknya, Frank Leboueuf menganggap bahwa keberhasilan Chelsea memenangkan gelar Liga Champions Eropa musim kemarin adalah sebuah keberuntungan.

“Chelsea cukup beruntung memenangkan Liga Champions musim lalu, tetapi itu benar-benar keajaiban,”

“Tuchel masuk dan mengubah beberapa hal dan itu berhasil dan tidak ada yang mengharapkan Chelsea menang. Saat ini FA Cup akan menyenangkan bagi Chelsea dan Liga Inggris atau Liga Champions akan sangat fantastis.” kata Leboeuf kepada Ladbrokes.

BUKAN REAL MADRID

Leboueuf memang mengakui bahwa Chelsea musim ini telah meningkat pesat dibandingkan musim kemarin, tapi pria asal Prancis tersebut juga tak yakin The Blues bisa mempertahankan gelar Liga Champions Eropa.

“Liga Champions adalah yang paling tidak realistis karena hanya Real Madrid yang mampu memenangkannya tiga kali berturut-turut. Saya ingin Chelsea memenangkannya dua kali berturut-turut, tetapi inilah mengapa itu tidak realistis.

“Chelsea memenangkannya musim lalu dan memenangkannya lagi akan menjadi hal yang hebat tetapi hampir mustahil jika kita membaca statistiknya.” Tambahnya.

Pada pertandingan fase group sebelumnya, Chelsea secara mengejutkan kalah di tangan Juventus, dan akibatnya mereka kini berada di peringkat ke-2 group H.

Menurut Giroud, Periode Krisis Arsenal Bukan Karena Mikel Arteta

Arsenal menjadi sorotan karena periode krisis yang dialami klub beberapa tahun terakhir. Publik banyak yang menyalahkan pelatih Mikel Arteta, tapi mantan pemain The Gunners Olivier Giroud menolak anggapan tersebut dan mengutarkan pendapatnya sendiri.

Raksasa Premier League yang mendapat sorotan karena penurunan yang mereka alami selama beberapa tahun terakhir ini memang tidak bukan adalah Arsenal. Klub yang bermarkas di London Utara tersebut tak kunjung memenangkan gelar bergengsi.

Di awal musim ini, Arsenal juga sempat terpuruk, terutama di tiga pertandingan pertama Premier League dimana The Gunners telan kekalahan beruntun, dengan kebobolan 9 kali tanpa mencetak satupun gol balasan.

Untungnya, klub berhasil bangkit dan mencatat tiga kemenangan beruntun pada laga berikutnya dan tak pernah kalah dari total 4 laga. Dengan hasil-hasil bagus tersebut, Arsenal pun kini berada di posisi ke-11 pada klasemen sementara Premier League.

UANG MEMBAWA PENGARUH

Tapi tentu saja klub tidak targetkan tempat di posisi ke-11, mereka jelas ingin trofi juara atau paling tidak finish di empat besar klasemen akhir.

Nah, saat ditanya tentang hal tersebut, Giroud berpendapat bahwa gagal atau suksesnya tidak hanya bergantung pada pelatih tapi seberapa banyak uang yang mereka investasikan untuk membangun sebuah tim.

Singkatnya, menurut Striker AC Milan ini, keterpurukan Arsenal bukan salah Mikel Arteta.

“Itu pertanyaan yang bagus. Saya pikir Mikel Arteta punya waktu untuk kembali ke empat besar. Tapi terkadang masalahnya adalah uang juga memainkan peran besar dalam kesuksesan.” kata Giroud kepada talkSPORT.

PARA RIVAL LEBIH BERANI

Memang, pada musim panas kemarin Arsenal berani mengeluarkan dana sebesar 145 juta pounds untuk merekrut para pemain anyar, akan tetapi Giroud menilai bahwa klub-klub rival juga memperkuat diri mereka dengan mengeluarkan uang yang lebih banyak.

“Ketika Anda melihat Chelsea setelah memenangkan Liga Champions, mereka menghabiskan lebih dari 80 juta punds untuk Romelu Lukaku, untuk memperkuat lini depan dan setelah menghabiskan jutaan di tahun sebelumnya,”

“Saya pikir uang memainkan peran besar tetapi itulah masalahnya dengan Arsenal. Mungkin mereka tidak menggelontorkan uang sebanyak lawan mereka,” lanjutnya.

Edinson Cavani Disarankan Tinggalkan MU Pada Januari 2022

Mantan pelatih west Ham United, Gustavo Poyet atau Gus Poyet menyarankan striker Uruguay, Edinson Cavani untuk meninggalkan Old Trafford pada Januari 2022 mendatang dikarenakan kehadiran Cristiano Ronaldo di skuat Setan Merah.

Sebagaimana diketahui, Manchester United memang mendatangkan kembali mantan pemain andalan mereka, Cristiano Ronaldo pada bursa transfer musim panas kemarin lewat tebusan senilai 15 Juta Euro kepada Juventus.

Tentu saja, Mega bintang Portugal tersebut langsung jadi andalan utama Manchester United di lini depan, terlebih striker sebelumnya yakni Edinson Cavani sempat menepi karena cedera di beberapa pertandingan pertama.

Tak hanya itu, kedatangan Ronaldo juga membuat striker Uruguay kehilangan nomor punggung 7, karena nomor tersebut langsung diserahkan klub kepada peraih lima balon d’Or.

KURANG BERUNTUNG

Padahal, Cavani yang bergabung dengan Manchester United pada bursa transfer musim dingin Januari 2021 lalu sempat jadi andalan utama Setan Merah bahkan tampil gacor disana.

Menurut Gus Poyet, yang merupakan mantan pelatih West Ham United, Cavani hanya kurang beruntung karena Cristiano Ronaldo kembali ke Old trafford.

“Dia kurang beruntung, karena tanpa Ronaldo, dia bermain sebagai striker utama. Keputusan Juventus, keterlibatan Man City, sangat bertentangan dengan satu orang khususnya dan itu adalah Cavani.” kata Poyet kepada talkSPORT.

HARUS PINDAH

Untuk alasan tersebut juga, Gus Poyet menyarankan cavani untuk lebih baik meninggalkan Manchester United pada kesempatan bursa transfer musim dingin Januari 2022 mendatang.

Saran itu diberikan Poyet tak hanya karena kesempatan bermain Cavani yang berkurang di MU, tapi juga situasi ini bisa membuat sang pemain kehilangan tempat di timnas Uruguay.

“Mungkin dia harus pindah pada Januari. Dari luar, saya tidak mengenalnya, tetapi jika saya adalah dia, melihat bagaimana keadaannya sekarang, dan melihatnya tidak mendapatkan 90 menit untuk tim nasional karena dia tidak bermain – mungkin.” Tandasnya.

Sebenarnya, Cavani sendiri baru-baru ini pernah menanggapi situasinya di Manchester United, bahwa dia jarang mendapatkan kesempatan tampil. Dalam tanggapannya tersebut, eks Napoli mengaku tak masalah dengan situasinya sekarang.

Edouard Mendy Harusnya Juga Masuk Nominasi Ballon d’Or 2021

Semenjak France Football merilis daftar nominasi 30 besar Ballon d’Or 2021, ada banyak perbincangan mengenai penghargaan tersebut. Pro dan kontra pun bermunculan, termasuk dari bek Napoli Kalidou Koulibaly yang merasa tak setuju dengan fakta tidak adanya nama Edouard Mendy.

Sebagaimana diketahui, France Football memang telah merilis daftar 30 nama pemain yang masuk nominasi Ballon d’Or 2021 ini, dimana dari 30 nama tersebut Chelsea adalah yang paling mendominasi.

Total ada 5 pemain The Blues yang berada di daftar tersebut antara lain Jorginho, N’Golo Kante, Mason Mount, Cesar Azpilicueta dan Romelu Lukaku.

Sebenarnya fakta tersebut tidak mengherankan, mengingat pasukan Thomas Tuchel berhasil menjadi juara di ajang Liga Champions Eropa musim 2020/21 kemarin.

KEKECEWAAN KOULIBALY

Akan tetapi, bek Napoli Kalidou Koulibaly merasa kecewa melihat daftar nama 30 Nominasi Ballon d’Or 2021, bukan karena tidak ada namanya dalam daftar tersebut, tapi karena tidak ada nama Edouard Mendy di dalamnya.

Seperti diketahui, Edouard Mendy adalah salah satu penggawa Chelsea, tepatya penjaga gawang andalan The Blues musim kemarin yang berhasil menjuarai Liga Champions Eropa.

Koulibaly sangat kecewa kenapa Mendy tidak masuk dalam daftar 30 besar, padahal dia cukup berperan dalam keberhasilan Chelsea kemarin dan di satu sisi dia juga merupakan kiper Afrika pertama yang memenangkan gelar Liga Champions Eropa.

“Sayang sekali Edou bukan salah satu dari mereka. Ia adalah penjaga gawang Afrika pertama yang memenangkan Liga Champions,” ketusnya seperti dilansir Football Italia.

MERASA DISKRIMINATIF

Fakta tersebut lantas membuat Koulibaly merasa bahwa para pemain afrika nampaknya dikesampingkan. Dia yakin para pemain dari Benua Hitam baru dipertimbangkan jika sudah dua kali berhasil mencatat prestasi mentereng di Eropa.

“Kami harus terus bekerja dan bergerak maju. Kami harus melakukan dua kali lipat [pekerjaan] dari beberapa orang untuk dinilai dengan baik,”

“Edou adalah orang yang sangat positif. Kami membicarakannya bersama. Ia akan terus berjuang untuk menjadi bagian dari itu. Bagi saya, ia memiliki tempat di antara 30 pemain ini,” ujarnya.