Belum Main Lawan PSG, Manchester City Sudah Takut Duluan

Belum Main Lawan PSG, Manchester City Sudah Takut Duluan

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola mengaku bingung bagaimana mempersiapkan timnya untuk menghadapi tim bertabur bintang milik Paris Saint-Germain, apalagi raksasa Ligue 1 Prancis tersebut kini sudah memiliki Lionel Messi dalam skuatnya.

Seperti diketahui, usai berhasil menang atas Chelsea di ajang Premier League akhir pekan kemarin, Manchester City langsung menatap laga berat berikutnya di ajang Liga Champions Eropa, dimana mereka akan menghadapi Paris Saint-Germain.

Pertandingan matchdays ke-2 fase grup Liga Champions Eropa tersebut rencananya akan berlangsung pada Rabu dinihari WIB nanti (29/09).

BERBEDA DENGAN MUSIM KEMARIN

Pada kampanye musim 2020/21 kemarin, Manchester City sempat bertemu dengan Paris Saint-Germain di ajang yang sama, tepatnya pada babak semifinal. Saat itu, pasukan Pep Guardiola berhasil menang dengan agregat 4-1 di dua leg, lalu melaju ke babak final.

Tapi pelatih Pep Guardiola tahu bahwa musim ini, pasukan Mauricio Pochettino benar-benar berbeda, mereka punya Messi dan sederet pemain bintang lainnya. Pelatih asal Spanyol inipun mengaku bingung bagaimana mempersiapkan tim untuk menghadapi lawan seperti itu.

“Apa yang terjadi musim lalu adalah musim lalu. Mereka adalah tim yang fantastis dan itu adalah pertandingan yang ketat dan sekarang mereka memiliki Messi,”

“Dengan kualitas ini saya tidak tahu apa yang bisa kami lakukan, jujur!” kata Guardiola di situs resmi klub.

TIM YANG KOMPLIT

Lebih lanjut, menurut Pep Guardiola, para pemain Manchester City harus siap menderita karena ada banyak pemain top di Paris Saint-Germain yang membuat tim lawan bisa menerapkan variasi taktik.

“Mereka adalah tim yang fantastis. Apa yang bisa saya katakan dengan para pemain yang mereka miliki: Marquinhos, saya penggemar beratnya. Hakimi, Paredes, Verratti, khususnya, dan para pemain di depan – mereka bisa bermain melebar, sempit, tengah. Mereka berkolaborasi dengan sangat baik dan memiliki kualitas,”

“Bakat tidak bisa dihentikan. Kami tidak menekan satu pemain untuk menghentikan bakat yang mereka miliki – kami melakukannya sebagai sebuah tim. Kami tahu kami akan menderita – level ini menuntut ini. Mereka sangat bagus dan Anda harus siap menderita selama 90 menit.” lanjutnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *