Jose Mourinho Akui Terlalu Keras Terhadap Luke Shaw

Jose Mourinho Akui Terlalu Keras Terhadap Luke Shaw

Juru taktik anyar AS Roma, Jose Mourinho kerap bersitegang dengan para pemainnya sendiri, dan yang menarik pria asal Portugal baru mengakui bahwa dia terkadang terlalu keras terhadap para mantan pemainnya tersebut, seperti Luke Shaw misalnya.

Luke Shaw sendiri menjadi salah satu juru kunci keberhasilan MU finish sebagai runner up Premier League dan Liga Europa pada kampanye musim 2020/21 kemarin. Performa apiknya tersebut kemudian direplikasi kala membela Timnas Inggris di ajang Piala Euro 2020 kemarin.

Kontribusinya atas keberhasilan Inggris melangkah ke Final Piala Euro pun tak bisa diabaikan, dimana sang bek menyumbang tiga assist, dan mencetak gol di babak final melawan Italia. Sayangnya saja, Shaw harus menelan kenyataan pahit karena timnya kalah adu penalti dalam babak final tersebut.

BELUM SIAP MENTAL

Meski demikian, sosok Luke Shaw tetap tidak terlepas dari kritikan Jose Mourinho, bahkan sang bek sendiri mengaku sampai sudah terbiasa mendengar kritikan dari Pria asal Portugal, dia tidak terima dan membalas kritikan tersebut di depan Jurnalis.

Soal itu, Mourinho mengakui bahwa dia mungkin terlalu keras terhadap Luke Shaw, tapi di satu sisi juga sang pemain belum siap secara mental untul menerima perlakuan seperti itu.

“Mungkin saya terlalu keras kepada dia, dan dia belum siap untuk itu. Saya selalu mencoba untuk menemukan apa yang saya anggap sebagai kelemahan dari seorang pemain, dan kadang sukses, di waktu lainnya tidak,” ungkapnya kepada talkSPORT.

BUKAN METODE UTAMA

Membentuk karakter dan kekuatan mental pemain dengan cara seperti itu memang dilakukan Jose Mourinho sejak lama, tapi itu bukan satu-satunya metode yang dia lakukan, terkadang juga menunjukkan rasa empati kepada pemainnya agar mereka bisa mengeluarkan potensi terbaik di atas lapangan.

“Di waktu lain saya bisa menciptakan rasa empati kepada pemain dan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka,”

“Di waktu lain, cara terbaik untuk mengeluarkan kemampuan terbaik dari mereka adalah dengan tidak menciptakan rasa empat dan mencoba membuat gesekan dan memberikan tekanan kepada pemain,” kata Mourinho lagi.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *