Jurgen Klopp Juga Kecam Wacana Piala Dunia 2 Tahun Sekali

Jurgen Klopp Juga Kecam Wacana Piala Dunia 2 Tahun Sekali

Gagasan untuk mengubah jadwal Piala Dunia dari 4 tahun sekali menjadi 2 tahun sekali ternyata menuai banyak kecaman. Setelah Presiden UEFA Aleksandr Ceferin, kini giliran pelatih Liverpool, Jurgen Klopp yang juga mengecam hal tersebut.

Sebagai informasi, sebelumnya FIFA memang sempat mendapat gagasan untuk mengubah jadwal Piala Dunia yang awalnya empat tahun sekali menjadi dua tahun sekali.

Ada beberapa pihak yang menggodok gagasan ini, termasuk diantaranya mantan pelatih Arsenal yang kini bekejra sebagai petinggi FIFA yakni Arsene Wenger. Menurutnya, dirubahnya jadwal Piala Dunia menjadi 2 tahun sekali akan membuat tim-tim kecil lebih kompetitif.

IDE YANG GILA

Akan tetapi, gagasan ini memang mendapat kecaman dari beberapa pihak, tak terkecuali dari Presiden UEFA yakni Aleksander Ceferin. Setelahnya, pelatih Liverpool, Jurgen Klopp juga mengemukakan pendapatnya mengenai gagasan tersebut.

Menurut pria asal Jerman, digelarnya Piala Dunia menjadi dua tahun sekali sama saja dengan memperbanyak pertandingan, padahal di satu sisi kompetisi akbar seperti Piala Dunia butuh persiapan yang matang juga.

“Setiap ide adalah tentang lebih banyak pertandingan. Saya langsung berkata: ‘Lebih banyak game? Itu berarti setiap tahun ada turnamen? Tidak mungkin, itu tidak benar. Di mana pramusim lama yang sangat penting, di mana tidak ada turnamen sama sekali?”

“Semua orang yang berlatih untuk kompetisi besar membutuhkan persiapan,” ujar Klopp seperti dikutip The Guardian.

PESEPAKBOLA JUGA MANUSIA

Klopp juga mengatakan bahwa saat ini dengan jadwal yang normal, para pemain sudah dibuat cukup sibuk, dengan waktu berlibur yang singkat. Jika pada akhirnya nanti Piala Dunia digelar dua tahun sekali, secara otomatis para pemain tak bisa menikmati waktu liburan.

“Jika Anda pergi ke Olimpiade, Anda pergi ke pegunungan karena banyak alasan, berlatih di sana – dan sangat keras – dan kemudian mereka bersiap dengan baik untuk saat mereka memiliki kompetisi,”

“Tapi pesepakbola hanya bermain sepanjang tahun, lalu tiga minggu libur, kemudian persiapan pramusim dua minggu dan kemudian bermain lagi. Itulah sepak bola. Bagaimana Anda meningkatkan permainan ini jika Anda hanya bermain sepanjang waktu? Anda tidak bisa.” tandasnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *