Kepergian Donnarumma Lebih Menyakitkan Dibanding Kepergian Lukaku

Kepergian Donnarumma Lebih Menyakitkan Dibanding Kepergian Lukaku

Kendati kepegiannya sama-sama ‘ditangisi’ para fans klub masing-masing, tapi Fabio Capello menilai bahwa kepergian Donnarumma lebih menyakitkan bagi AC Milan dibanding kepergian Lukaku dari Inter Milan.

Duo Milan memang sama-sama menelan kekecewaan pada bursa transfer musim panas ini lantaran keduanya ditinggalkan beberapa pemain kunci mereka.

AC Milan sendiri kehilangan Hakan Calhanoglu dan Gianluigi Donnarumma, dimana tentu yang paling menyakitkan adalah kehilangan Donnarumma. Pasalnya, kiper berusia 22 tahun tersebut adalah bintang masa depan klub dan juga kapten tim utama.

Sedangkan Inter Milan kehilangan Achraf Hakimi dan Romelu Lukaku. Bagi para fans Inter Milan, kepergian Lukaku tidak bisa mereka terima, bahkan para ultras sampai melakukan aksi protes terhadap klub.

BUKAN SOAL MASA ABDI

Dari empat transfer duo milan tersebut, Fabio Capello lebih menyoroti kepergian Gianluigi Donnarumma dari AC Milan, dibandingkan Lukaku dari Inter Milan.

Memang, Donnarumma mengabdi di skuat utama Rossoneri sejak masih berusia 16 tahun, sejak belum dikenal sampai jadi rebutan para raksasa Eropa. Sedangkan Lukaku memang sudah terbukti sebelumnya, dia hengkang setelah hanya dua musim membela Inter Milan.

Tapi Capello tidak mempermasalahkan masa abdi, melainkan apa yang ditinggalkan Donnarumma dari kepergiannya. Seperti diketahui, kiper Timnas Italia ini pergi dengan status bebas transfer alias gratis, yang berarti Milan tidak dapat sepeserpun dari transfernya ke PSG.

Sedangkan Lukaku justru sebaliknya, meski baru dua tahun membela Inter Milan, transfernya ke Chelsea membuat klub mengantongi 115 juta euro. Karena itulah Capello menganggap transfer Donnarumma lebih menyakitkan.

“Perpisahan Lukaku dengan Inter, secara teknis sama beratnya dengan Donnarumma yang meninggalkan Milan,”

“Tapi Gigio tidak membawa satu euro pun ke klub, jadi itu lebih menyakitkan. Rasa terima kasih untuk mereka yang membesarkan Anda, membantu keluarga Anda, adalah haknya,” kata Capello kepada La Repubblica.

DONNARUMMA TAK BERKHIANAT

Donnarumma sendiri sempat menegaskan bahwa dia sama sekali tak berniat menghkhianati AC Milan, keputusannya ini murni atas dasar keinginan untuk berkembang.

“Milan adalah rumah saya, saya telah berada di sana selama delapan tahun dan saya akan selalu menjadi penggemarnya. Tapi hidup dibuat dari pilihan, dan saya ingin terus berkembang,” serunya pada Corriere dello Sport.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *