Lukaku Akui Banyak Belajar Dari Periode Pertamanya di Chelsea

Lukaku Akui Banyak Belajar Dari Periode Pertamanya di Chelsea

Striker Belgia, Romelu Lukaku mengungkapkan bahwa peningkatan performanya selama beberapa tahun terakhir ini tak terlepas dari pengalaman pahit saat masih membela Chelsea di masa lalu, atau periode pertamanya bersama The Blues.

Sebagai informasi, Romelu Lukaku memang pernah berseragam Chelsea sebelumnya, tepatnya sejak dibeli dari Anderlecht pada tahun 2011. Tapi sayangnya, Lukaku yang saat itu masih sangat muda jarang mendapat kesempatan tampil di tim utama.

Alih-alih bakatnya berkembang bersama Chelsea, sang pemain justru lebih sering dipinjamkan ke klub lain, mulai dari Anderlecht, kemudian West Bromwich Albion dan terakhir Everton. Setelah itu dia ditebus permanen oleh The Toffees.

Setelah itu, Lukaku sempat membela Manchester United, kemudian hijrah ke Inter Milan dan meraih sukses disana. Pada musim panas kemarin, Striker Belgia ini menerima kembali pinangan dari Chelsea.

PENGALAMAN YANG BERMANFAAT

Periode keduanya di Chelsea kali ini jauh berbeda dengan periode pertama yang pahit. Biar begitu, Lukaku tidak mengesampingkan fakta bahwa periode buruk tersebutlah yang justru membuatnya lebih kuat dan meningkat seperti sekarang ini.

“Itu menyakitkan dan membantu, tetapi saya akan mengatakan lebih bermanfaat karena itu memberi saya mentalitas dan pola pikir yang saya butuhkan untuk menjadi pemain seperti sekarang ini,” seru Lukaku pada laman resmi Chelsea.

BANYAK BELAJAR

Periode pertamanya di Chelsea lebih banyak dihabiskan di bangku cadangan, namun begitu sang pemain tetap mengikuti sesi latihan bersama para pemain senior, pada kesempatan itulah dia banyak belajar dari para pemain bintang sekelas Terry, Hazard, Lampard dan lainnya.

“Tim ini sangat bagus tetapi tidak ada yang melihat kerja ekstra yang mereka lakukan setelah sesi latihan. Sebagai seorang anak berusia 18 tahun, saya melihat secara langsung setiap hari seberapa banyak para pemain bekerja pada keahlian mereka,”

“Saat itulah saya tahu itulah yang harus Anda lakukan untuk menjadi tipe pemain seperti ini. Saya berkata pada diri sendiri ‘ketika saya tidak bermain, inilah yang akan saya lakukan’, dan pada dasarnya itu hanya menjadi gaya hidup,” kenangnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *