Menurut Giroud, Periode Krisis Arsenal Bukan Karena Mikel Arteta

Menurut Giroud, Periode Krisis Arsenal Bukan Karena Mikel Arteta

Arsenal menjadi sorotan karena periode krisis yang dialami klub beberapa tahun terakhir. Publik banyak yang menyalahkan pelatih Mikel Arteta, tapi mantan pemain The Gunners Olivier Giroud menolak anggapan tersebut dan mengutarkan pendapatnya sendiri.

Raksasa Premier League yang mendapat sorotan karena penurunan yang mereka alami selama beberapa tahun terakhir ini memang tidak bukan adalah Arsenal. Klub yang bermarkas di London Utara tersebut tak kunjung memenangkan gelar bergengsi.

Di awal musim ini, Arsenal juga sempat terpuruk, terutama di tiga pertandingan pertama Premier League dimana The Gunners telan kekalahan beruntun, dengan kebobolan 9 kali tanpa mencetak satupun gol balasan.

Untungnya, klub berhasil bangkit dan mencatat tiga kemenangan beruntun pada laga berikutnya dan tak pernah kalah dari total 4 laga. Dengan hasil-hasil bagus tersebut, Arsenal pun kini berada di posisi ke-11 pada klasemen sementara Premier League.

UANG MEMBAWA PENGARUH

Tapi tentu saja klub tidak targetkan tempat di posisi ke-11, mereka jelas ingin trofi juara atau paling tidak finish di empat besar klasemen akhir.

Nah, saat ditanya tentang hal tersebut, Giroud berpendapat bahwa gagal atau suksesnya tidak hanya bergantung pada pelatih tapi seberapa banyak uang yang mereka investasikan untuk membangun sebuah tim.

Singkatnya, menurut Striker AC Milan ini, keterpurukan Arsenal bukan salah Mikel Arteta.

“Itu pertanyaan yang bagus. Saya pikir Mikel Arteta punya waktu untuk kembali ke empat besar. Tapi terkadang masalahnya adalah uang juga memainkan peran besar dalam kesuksesan.” kata Giroud kepada talkSPORT.

PARA RIVAL LEBIH BERANI

Memang, pada musim panas kemarin Arsenal berani mengeluarkan dana sebesar 145 juta pounds untuk merekrut para pemain anyar, akan tetapi Giroud menilai bahwa klub-klub rival juga memperkuat diri mereka dengan mengeluarkan uang yang lebih banyak.

“Ketika Anda melihat Chelsea setelah memenangkan Liga Champions, mereka menghabiskan lebih dari 80 juta punds untuk Romelu Lukaku, untuk memperkuat lini depan dan setelah menghabiskan jutaan di tahun sebelumnya,”

“Saya pikir uang memainkan peran besar tetapi itulah masalahnya dengan Arsenal. Mungkin mereka tidak menggelontorkan uang sebanyak lawan mereka,” lanjutnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *