Soal Klaim Presiden Madrid, Paris Saint-Germain Kembali Murka

Soal Klaim Presiden Madrid, Paris Saint-Germain Kembali Murka

Paris Saint-Germain lewat Direktur olahraga klub, Leonardo mengaku kesal dengan sikap Real Madrid yang seolah-olah sudah pasti mendapatkan jasa salah satu pemain andalan mereka, Kylian Mbappe. Menurut Leonardo, perkataan Presiden Madrid adalah sikap tidak hormat kepada PSG.

Memang sudah merupakan rahasia umum bahwa Real Madrid mendambakan jasa Kylian Mbappe, bahkan sejak sang pemain belum bergabung dengan Paris Saint-Germain. Namun, entah mengapa sampai sekarang Los Blancos belum kunjung bisa mendapatkan sang Winger.

Sempat ada peluang besar bagi Madrid pada musim panas kemarin, dimana saat itu Mbappe dilaporkan telah menolak tawaran kontrak baru dari Paris Saint-Germain, sementara di satu sisi kontraknya akan berakhir tahun depan.

Namun sayang sekali, tawaran senilai 200 Juta Euro yang diajukan Real Madrid kepada PSG untuk transfer Mbappe tidak diterima.

Kendati demikian, Los Blancos tidak akan menyerah, apalagi mereka berpotensi mendapatkan jasa Mbappe dengan status bebas transfer alias gratis pada musim panas tahun 2022 mendatang.

Presiden Madrid, Florentino Perez juga mengindikasikan bahwa klub masih berusaha untuk merekrut sang pemain. Dalam pernyataannya baru-baru ini, Perez terang-terangan mengungkap rencana klub untuk mencapai kesepakatan pra Kontrak dengan Mbappe pada Januari 2022 mendatang.

KURANGNYA RESPEK

Leonardo selaku direktur olahraga PSG lantas mengkritik pernyataan dari Florentino Perez dengan menyebut bahwa itu adalah sikap tidak hormat Real Madrid terhadap PSG maupun Kylian Mbappe.

“Ini adalah contoh lain dari kurangnya rasa hormat buat PSG dan juga buat Mbappe,” tegas Leonardo ketika diwawancarai oleh L’Equipe.

BEGITU YAKIN

Yang membuat PSG kesal adalah fakta bahwa bukan cuma Perez yang mengklaim Real Madrid akan segera mendapatkan jasa Mbappe, tapi juga pelatih Carlo Ancelotti dan para pemain Los Blancos.

“Faktanya, di pekan yang sama, pemain Real Madrid [Karim Benzema], lalu pelatih Real Madrid [Carlo Ancelotti] dan kini sang presiden berbicara soal Kylian seolah-olah dia sudah menjadi bagian dari mereka.”

“Saya ulangi: Ini adalah bentuk dari kurangnya rasa hormat yang tidak bisa lagi kami tolerir,” pungkas pria yang pernah menjadi bagian dari Inter Milan dan AC Milan tersebut.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *