Mario Balotelli Lakukan Selebrasi Dengan Ejek Pelatih Lawan

Striker asal Italia, Mario Balotelli memang sudah tidak lagi berkarir di level top Eropa, meski begitu sikap bengalnya masih ada. Terkini, mantan pemain Inter Milan tersebut melakukan selebrasi yang tak biasa yakni mengejek pelatih tim lawan.

Balotelli sekarang bermain di liga Super Turki bersama Adana Demirspor. Nah, pada Rabu dinihari WIB tadi (22/09), klub tersebut berhadapan dengan Besiktas, Balotelli sendiri diturunkan sejak menit pertama.

Pada duel tersebut, Adana Demirspor sempat tertinggal tiga gol, sampai kemudian mereka berhasil membalas dengan tiga gol sehingga pertandingan berakhir dengan skor sama kuat 3-3.

EJEK PELATIH LAWAN

Balotelli adalah salah satu dari tiga pencetak gol tuan rumah, dimana pemain asal Italia itu menjebol gawang lawan di menit ke-79 untuk mengubah kedudukan menjadi 2-3.

Gol Balotelli ini terbilang indah, dia menendang bola dari luar kotak penalti, dimana laju bola sendiri melengkung indah hingga tidak bisa dijangkau oleh kiper besiktas.

Tapi, yang lebih menarik lagi adalah selebrasi yang dilakukan Mario Balotelli selepas mencetak gol tersebut. Awalnya dia merayakan golnya bersama rekan-rekan satu tim, tapi setelah itu dia berlari mendekati bench tim lawan kemudian mengejek pelatih Besiktas, Sergen Yalcin.

BALAS DENDAM

Awalnya, tidak ada yang tahu apa maksud dari selebrasi tersebut, tapi setelah melihat postingan Balotelli di Instagram, ternyata selebrasi itu merupakan aksi balas dendamnya terhadap Sergen Yalcin untuk sikap sang pelatih delapan tahun silam.

Perlu diketahui, pada tahun 2013 silam, Yalcin yang masih bekerja sebagai komentator memang sempat mengkritik habis Balotelli terkait dengan finishing backheel gagal yang dilakukan sang pemain saat masih membela Manchester City.

Saat itu, Yalcin menyebut Balotelli tidak punya otak dan harusnya sudah dikeluarkan dari tim.

“Dia tak punya otak, jika saya berada di posisi [Roberto] Mancini saya akan memecat dia,” ujar Yalcin kala itu.

Balotelli lantas mengunggah selebrasinya itu di Instagram dan menuliskan caption berikut:

“Kami memiliki otak dan terutama kami memiliki nyali dan hati. Hati yang sangat besar dan kami bangga akan hal itu.” kata Balotelli.

Soal Situasi Kepa Arrizabalaga, Begini Kata Thomas Tuchel

Thomas Tuchel angkat bicara soal Kepa Arrizabalaga di Chelsea, dimana penjaga gawang asal Spanyol tersebut tampak masih kesulitan bersaing dengan Benjamin Mendy.

Sebagaimana diketahui, Kepa Arrizabalaga bergabung dengan Chelsea pada musim panas tahun 2018. Saat itu, bisa dikatakan sang pemain direkrut dari Athletic Bilbao untuk menggantikan peran Thibaut Courtois.

Sayangnya, performa Kepa dianggap kurang memuaskan, bahkan sang pemain beberapa kali melakukan blunder fatal yang menyebabkan gawangnya kebobolan.

Hal tersebut membuat pihak Chelsea terpaksa merekrut seorang penjaga gawang anyar pada musim panas tahun 2020 lalu, dia adalah Edouard Mendy. Bersama dengan pria asal Prancis, gawang Chelsea jadi lebih jarang kebobolan.

SANJUNGAN TUCHEL

Meski demikian, belakangan ini Kepa lebih rajin diturunkan karena Edouard Mendy sedang berhalangan tampil karena cedera. Selama jadi andalan lagi, performa Kepa terbilang sangat bagus.

Bahkan dalam pertandingan melawan Tottenham Hotspur kemarin, yang bersangkutan berhasil mencatat cleansheet yang mana performanya ini mendapat sanjungan dari pelatih Thomas Tuchel.

“Kami memiliki dua kiper super kuat. Apakah kami butuh keduanya? Kami punya buktinya akhir pekan kemarin. Dia adalah faktor kunci yang membuat kami bisa mendapatkan clean sheet,” ujar Tuchel, dikutip dari Goal International.

KIPER TERMAHAL

Tentu saja yang bersangkutan senang karena mendapatkan kesempatan bermain lagi. Tuchel sadar akan hal tersebut, namun sang pemain juga paham kenapa keputusan ini dibuat.

“Dia terlihat gembira buat saya, dia mungkin tidak senang dengan situasinya, tapi dia senang pada tempat dia berada dan bagian yang ia mainkan dalam tim ini,” kata Tuchel.

Sebenarnya, Kepa Arrizabalaga sendiri direkrut Chelsea dengan mahar yang sangat tinggi 72 Juta Euro dari Athletic Bilbao. Dengan angkat tersebut, Kepa menjadi kiper termahal dunia.

Soal fakta tersebut, Thomas Tuchel mengaku tak peduli karena yang terpenting adalah apa yang bisa dilakukan sang pemain.

“Siapa yang peduli soal apa yang klub bayar? Memangnya kenapa? Uang tidak lagi penting sekarang. Pertanyaannya adalah apakah kami mampu memiliki dia sebagai penjaga gawang,” pungkasnya.

Prediksi Skor Getafe vs Atletico Madrid 20 September 2021

Atletico Madrid tergusur dari puncak klasemen sementara La Liga Spanyol setelah ditahan imbang Athletic Bilbao akhir pekan kemarin. Tengah pekan ini, pasukan Diego Simeone akan memainkan Jornada ke-6 melawan Getafe.

Pertandingan tersebut sendiri rencananya akan berlangsung pada Rabu dinihari WIB mendatang, 22 September 2021 di Coliseum Alfonso Perez Stadium.

Getafe yang akan bermain sebagai tuan rumah dalam pertandingan nanti sejatinya membutuhkan kemenangan, pasalnya sejak Musim 2021/22 ini bergulir mereka tidak pernah menang. Bahkan, dari 5 Jornada yang telah berlangsung, Getafe kalah 5 kali beruntun.

Akibat dari rentetan kekalahan tersebut, Getafe kini berada di dasar klasemen sementara.

Sedangkan Atletico Madrid kini berada di posisi ke-2, hasil imbang melawan Athletic Bilbao kemarin membuat mereka kehilangan posisi puncak. Sedangkan dari lima laga pertama La Liga, Atletico Madrid mencatat 3 kemenangan dan 2 hasil imbang.

STATISTIK KEDUA TIM

Meski level dari kedua tim ini berbeda, tapi faktanya pada pertemuan terakhir di markas Getafe, laga berakhir dengan skor imbang 0-0. Meski begitu, di empat pertemuan terakhir sebelumnya, Atletico Madrid selalu berhasil menang.

Head to Head Getafe vs Atletico Madrid :

14/03/21 Getafe 0-0 Atlético Madrid
31/12/20 Atlético Madrid 1-0 Getafe
17/07/20 Getafe 0-2 Atlético Madrid
19/08/19 Atlético Madrid 1-0 Getafe
26/01/19 Atlético Madrid 2-0 Getafe

Lima Pertandingan Terakhir Getafe :

14/08/2021 Valencia 1-0 Getafe
24/08/2021 Getafe 0-1 Sevilla
29/08/2021 Barcelona 2-1 Getafe
14/09/2021 Getafe 0-1 Elche
18/09/2021 Rayo Vallecano 3-0 Getafe

Lima Pertandingan Terakhir Atletico Madrid :

23/08/2021 Atletico Madrid 1-0 Elche
30/08/2021 Atletico Madrid 2-2 Villarreal
12/09/2021 Espanyol 1-2 Atletico Madrid
16/09/2021 Atletico Madrid 0-0 Porto
18/09/2021 Atlético Madrid 0-0 Athletic Bilbao

PREDIKSI SUSUNAN PEMAIN

Getafe : David Soria, Djene, Jorge Cuenca, Mathias Olivera, Damian Suarez, Mauro Arambarri, Nemanja Maksimovic, Carles Alena, Jakub Jankto, Jaime Mata, Enes Unal.

Atletico Madrid : Jan Oblak, Mario Hermoso, Jose Maria Gimenez, Felipe, Geoffre Kondogbia, Thomas Lemar, Koke, Marcos Llorente, Antoine Griezmann, Joao Felix, Luis Suarez.

Kini Terdampar di Dasar Klasemen, Bisakah Juventus Raih Scudetto Lagi?

Bek andalan Juventus, Danilo angkat bicara mengenai peluang timnya untuk kembali ke papan atas klasemen mengingat fakta bahwa saat ini Si Nyonya Tua sedang terdampar di dasar klasemen sementara.

Sebagaimna diketahui, awalan musim 2021/22 ini memang sangat mengecewakan bagi Juventus. Bagaimana tidak? Dari 4 pertandingan pertama Serie A Italia, faktanya Si Nyonya tua belum memetik satupun kemenangan.

Terakhir, pada pertemuan melawan AC Milan senin dinihari WIB tadi (20/09), Bianconneri harus rela hanya mengantongi satu poin saja. Padahal, dalam laga kandang tersebut, pasukan Max Allegri sempat lebih dulu unggul berkat gol yang dicetak Alvaro Morata.

Sayang sekali, pada babak kedua tuan rumah kecolongan gol lewat aksi sundulan Ante Rebic.

Akibat dari hasil imbang tersebut, Juventus yang kini hanya mengoleksi dua poin saja dari empat pertandingan harus rela terdampar di dasar klasemen sementara.

HARUS FOKUS PADA DIRI SENDIRI

Kini yang jadi pertanyaan adalah, mampukah Juventus melangkah ke puncak lagi dan membuka peluang menjadi juara Serie A?

Saat ini, ada jarak yang cukup jauh yakni 8 poin dengan Inter Milan yang ada di puncak klasemen. Soal itu, Bek Versatille Juventus, Danillo meminta timnya untuk fokus dengan performa sendiri, nantinya perlahan bakal mampu naik ke puncak lagi.

“Kami harus fokus hanya pada pekerjaan kami sendiri dan kemajuan kami, bukan apa yang tim lain lakukan. Jika kami bisa bermain di level kami, kami pasti bisa naik ke atas klasemen.” ujar Danilo dalam wawancara dengan DAZN.

PELUANG BANGKIT

Setelah pertandingan melawan AC Milan kemarin, hanya selang dua hari saja Juventus sudah harus memainkan Giornata ke-5 Serie A italia. Rabu dinihari WIB nanti, 22 September 2021 mereka akan berhadapan dengan Spezia.

Di atas kertas, Juventus tentu lebih baik dibandingkan Spezia, singkatnya ini akan jadi momentum kebangkitan bagi Bianconneri.

Setelahnya, Juventus akan bermain di kandang lagi, akhir pekan mereka kan menjamu Sampdoria. Kali ini Juventus tentu lebih unggul di atas kertas atas lawannya.

Meski Menang, Solskjaer Tetap Kritik Pertahanan Manchester United

Juru taktik Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer tetap mengkritisi performa timnya meskipun berhasil memenangkan pertandingan lawan West Ham United kemarin. Pelatih asal Norwegia tersebut menyoroti barisan pertahanan Maguire dkk.

Seperti diketahui, Manchester United bertandang ke London Stadium pada Minggu malam WIB kemarin (19/09) untuk menghadapi tuan rumah West Ham United dalam lanjutan Premier League matchdays ke-5.

Dalam pertandingan tersebut, Setan Merah lebih dulu kebobolan lewat gol Said Benrahma pada menit ke-30. Untung saja, selang lima menit kemudian, Cristiano Ronaldo berhasil mencetak gol balasan yang membuat kedudukan jadi imbang 1-1.

Pada akhir babak kedua, Jesse Lingard berhasil mencetak gol yang membuat Manchester United berbalik unggul dengan skor 2-1.

Tuan rumah sempat hampir mencetak gol balasan di masa injury time babak kedua usai dihadiahi penalti oleh wasit. Untung saja, David De Gea berhasil menepis sepakan dari Mark Noble. Skor 2-1 untuk Manchester United pun bertahan sampai laga usai.

Kemenangan ini jelas penting bagi Setan Merah terutama setelah kekalahan pada laga sebelumnya di ajang Liga Champions Eropa. Meski begitu, pelatih Ole Gunnar Solskjaer menganggap timnya masih perlu membenahi lini pertahanan.

“Permainan menyerang, pergerakan. Kami harusnya bisa lebih baik di pertahanan, itulah yang harus kami perbaiki.” Kata Solskjaer kepada BBC Sports.

DUO PORTUGAL

Lebih lanjut, Solskjaer melayangkan sanjungan kepada dua pemain Portugal yang tampil cemerlang dalam pertandingan tersebut, yakni Bruno Fernandes dan Cristiano Ronaldo.

“Kedua pemain itu tentu saja harus bekerja bersama, buat saya mereka berdua adalah pemain yang hebat. Cristiano selalu tiba di kotak penalti seperti biasanya,” kata pelatih asal Norwegia tersebut.

BANGKITNYA JESSE LINGARD

Sebagai penutup, Solskjaer juga menyanjung Jesse Lingard yang tampaknya sudah bisa bangkit dari cercaan dan kritik karena blunder fatal dalam duel melawan Youngs Boys tengah pekan lalu.

“Sangat senang buat Jesse, dia mengalami malam yang berat pada hari Selasa lalu. Dia anak yang positif, jadi saya turut senang buat dia. Putaran balik dan penyelesaian akhir yang bagus dari Jesse,” pungkasnya.

Thomas Tuchel Bantah Chelsea Sempat Nyaris Dapatkan Harry Kane

Meski pada akhirnya berhasil merekrut Romelu Lukaku, Chelsea sejatinya sempat dikaitkan dengan striker Inggris, Harry Kane pada musim panas kemarin. Bahkan, kabarnya The Blues sudah sangat dekat untuk mendapatkan jasa pemain Tottenham itu.

Masa depan Harry Kane memang cukup ramai dibicarakan pada musim panas kemarin. Beberapa klub dikaitkan dengan striker Tim Nasional Inggris tersebut, mulai dari Manchester United, Chelsea, Paris Saint-Germain hingga Real Madrid.

Kane sendiri juga sempat mengisyaratkan keinginannya untuk hengkang dari Tottenham, mengingat kecilnya peluang meraih trofi juara bersama klub London tersebut.

TIDAK MINTA DIBELIKAN

Dari beberapa peminat Kane, Chelsea sempat diyakini sebagai kandidat terkuat untuk mendapatkan servis Striker berusia 27 tahun itu. Di satu sisi, The Blues juga masih belum mendapatkan striker yang tepat saat itu.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pelatih Thomas Tuchel, bahkan pelatih asal Jerman ini mengaku tak pernah meminta kepada direktur olahraga Chelsea untuk dibelikan Harry Kane.

“Dia tidak masuk dalam daftar belanja kami. Saya tidak pernah menghadap Marina dan memintanya untuk membeli dia” ujar Tuchel yang dikutip Sportsmole.

SEMPAT ADA KOMUNIKASI

Meski demikian, mantan pelatih Paris Saint-Germain ini tidak memungkiri fakta bahwa Chelsea memang sempat menjalin komunikasi dengan Agen transfer Harry Kane, hanya saja itu melalui perantara, tidak secara langsung.

Komunikasi tersebut bisa dikatakan terputus di awal, yang artinya Chelsea tidak benar-benar mendekati Harry Kane.

“Pihak klub yang membuka komunikasi itu. Ada beberapa orang yang berkomunikasi dengan kami terkait sang pemain. Kami mendapatkan informasi mengenai Kane dari orang-orang itu. Namun kami tidak pernah dekat untuk mendatangkan Kane,” ujarnya.

Chelsea sendiri pada akhirnya merekrut striker lain yakni mantan pemain mereka sendiri, Romelu Lukaku. Striker Belgia tersebut ditebus dengan mahar 115 Juta Euro dari Inter Milan. Sejauh ini, eks Manchester United tersebut tampil ciamik bersama The Blues.

Sementara itu, Harry Kane tidak jadi pindah klub, dia tetap bertahan di Tottenham Hotspur, disinyalir karena banderolnya terlalu tinggi.

Prediksi Skor Juventus vs AC Milan 20 September 2021

Duel yang dinanti-nanti para penikmat Serie A italia akan berlangsung akhir pekan besok, Senin dinihari WIB 20 September 2021 mempertemukan Juventus dengan AC Milan.

Pertandingan Derby d’Italia ini rencananya akan berlangsung di Allianz Stadium, yang merupakan markas Juventus.

Juventus sendiri mengawali kampanye musim ini dengan rangkaian hasil yang mengecewakan. Dari 3 pertandingan pertama Serie A, pasukan Massimiliano Allegri hanya mampu mengoleksi 1 poin, dengan rincian satu hasil imbang dan dua kali kalah.

Bianconneri baru meraih kemenangan pertamanya musim ini saat berhadapan dengan Malmo FF Di fase Group Liga Champions Eropa tengah pekan kemarin.

Sedangkan AC Milan malah sebaliknya, Rossoneri mampu meraih kemenangan beruntun di 3 laga pertama Serie A, tapi telan kekalahan pertama pada pertandingan tengah pekan kemarin melawan Liverpool.

STATISTIK KEDUA TIM

Singkatnya, Juventus mulai bangkit dan menemukan kepercayaan diri usai kemenangan atas Malmo. Tapi, bicara statistik, AC Milan memang lebih unggul.

Head To Head Juventus vs AC Milan

10.05.2021 Juventus FC 0-3 AC Milan
07.01.2021 AC Milan 1-3 Juventus FC
08.07.2020 AC Milan 4-2 Juventus FC
13.06.2020 Juventus FC 0-0 AC Milan
14.02.2020 AC Milan 1-1 Juventus FC

5 Pertandingan Terakhir Juventus

15.09.2021 Malmö FF 0-3 Juventus FC
11.09.2021 SSC Napoli 2-1 Juventus FC
29.08.2021 Juventus FC 0-1 Empoli FC
22.08.2021 Udinese Calcio 2-2 Juventus FC
15.08.2021 Juventus FC 3-1 Atalanta Bergamo

5 Pertandingan Terakhir AC Milan

16.09.2021 Liverpool 3-2 AC Milan
12.09.2021 AC Milan 2-0 Lazio
30.08.2021 AC Milan 4-1 Cagliari Calcio
24.08.2021 Sampdoria 0-1 AC Milan
15.08.2021 AC Milan 2-1 Panathinaikos

PREDIKSI SUSUNAN PEMAIN

Milan dipercaya masih belum bisa menurunkan Zlatan Ibrahimovic pada pertandingan nanti sehingga Olivier Giroud berpeluang tampil lagi sebagai starter.

Juventus (3-5-2): Wojciech Szczesny; Giorgio Chiellini, Matthijs de Ligt, Leonardo Bonucci; Mattia De Sciglio, Adrien Rabiot, Manuel Locatelli, Luca Pellegrini, Federico Bernardeschi; Alvaro Morata, Dejan Kulusevski

AC Milan (4-2-3-1): Mike Maignan; Theo Hernandez, Fikayo Tomori, Simon Kjaer, Davide Calabria; Sandro Tonali, Franck Kessie; Brahim Diaz, Ante Rebic, Alexis Saelemaekers; Olivier Giroud

Disebut Mirip Mesut Ozil, Begini Respon Martin Odegaard

Martin Odegaard dianggap memiliki kemiripan dengan mantan bintang Arsenal, Mesut Ozil, terlebih lagi pemain muda Norwegia tersebut juga bermain di posisi yang sama dengan legenda Jerman. Apa kata Odegaard soal sanjungan itu?

Sebagaimana diketahui, Martin Odegaard sejatinya sudah menjadi bagian dari Arsenal sejak Januari lalu, tapi saat itu statusnya di Klub London hanya sebagai pinjaman. Barulah pada musim panas kemarin, Odegaard ditebus secara permanen dari Real Madrid.

Sementara itu, Mesut Ozil sendiri meninggalkan Arsenal hanya beberapa pekan saja sebelum kedatangan Odegaard. Mantan pemain Real Madrid tersebut memilih kembali ke kampung halamannya, Turki untuk bermain bagi Fenerbache.

Odegaard sendiri menunjukkan performa yang cukup apik bersama Arsenal, bahkan dilihat dari caranya menggiring bola dan gaya bermainya, sosok berusia 22 tahun itu diklaim mirip dengan Mesut Ozil.

JADI DIRI SENDIRI

Mendengar sanjungan tersebut, tentu saja Odegaard merasa senang karena Ozil adalah pemain yang luar biasa, salah satu yang dia idolakan. Akan tetapi, Odegaard memang tak suka dibanding-bandingkan, dia lebih memilih menjadi diri sendiri.

“Saya tidak terlalu suka dibanding-bandingkan, tapi dia adalah salah satu pemain favorit saya ketika masih muda dan saya juga mengagumi dia sebagai seorang pemain,”

“Kualitasnya sungguh luar biasa, jadi senang rasanya mendengar orang berkata seperti itu, tapi saya tak terlalu memikirkannya dan mencoba untuk menjadi diri sendiri dan memainkan permainan saya,” ujar Odegaard kepada Stadium Astro.

OPTIMIS DENGAN ARSENAL

Pada pertandingan terakhirnya, Arsenal berhasil menang dengan skor 1-0 atas Norwich City dimana itu adalah kemenangan pertama bagi The Gunners musim ini setelah 3 kekalahan beruntun.

Meski dengan start yang buruk tersebut, Odegaard masih tetap optimis dengan klub barunya ini.

“Kami menghadapi dua tim terbaik di liga dan di dunia, jadi saya pikir kami harus tetap tenang dan percaya pada apa yang sedang dilakukan,”

“Kami harus siap untuk tantangan berikutnya, terus bekerja keras dan percaya. Saya dan semuanya yang ada di sini tahu kualitas tim lebih baik dari apa yang klasemen katakan,” tambah pria berumur 22 tahun tersebut.

Chelsea Bisa Juara UCL Lagi Musim Ini? Jangan Terlalu Berharap!

Legenda Chelsea, Petr Cech memperingatkan para fans untuk tidak terlalu berharap terkait peluang The Blues menjadi Kampiun Liga Champions Eropa lagi musim ini. Menurut dia, menjadi jawaran UCL dua kali beruntun adalah pencapaian yang teramat sulit.

Pada kapanye musim 2020/21 kemarin, Chelsea memang berhasil menjadi juara Liga Champions Eropa setelah mengalahkan Kompatriotnya, Manchester City di babak Final dengan skor 1-0.

Akan tetapi, keberhasilan tersebut memang sangat mengejutkan, mengingat bagaimana paruh pertama The Blues yang mengecewakan, bahkan berujung pada pemecatan Frank Lampard. Untung saja, Thomas Tuchel yang ditunjuk sebagai penggantinya melakukan pekerjaan yang sangat bagus.

Sedangkan musim ini, Chelsea tampak lebih meyakinkan dibanding musim kemarin. Klub merekrut beberapa pemain anyar dengan Romelu Lukaku sebagai asupan termahal, yang ditebus dari Inter Milan seharga 115 juta Euro.

Performa klub tampak lebih menjanjikan, dimana dari 5 pertandingan di semua ajang, mereka berhasil meraih 4 kemenangan dan hanya imbang sekali. Terkini, Chelsea berhasil menang 1-0 atas Zenit di partai pembuka fase Group Liga Champions.

BUTUH KEBERUNTUNGAN

Lantas, apakah musim ini Chelsea bakal kembali menjadi juara Liga Champions Eropa lagi?

Soal itu, Petr Cech meminta publik untuk tidak terlalu berharap, pasalnya untuk menjadi juara Liga Champions tidak hanya dibutuhkan konsistensi dan kerja keras, tapi juga faktor keberuntungan.

“Mempertahankan gelar Liga Champions itu sangat sulit, sebab anda butuh elemen yang membuat semuanya jadi benar dan anda juga membutuhkan keberuntungan,” kata Cech seperti yang dikutip dari situs resmi klub.

PUJIAN UNTUK REAL MADRID

Dalam sejarahnya, baru Real Madrid yang bisa memenangkan gelar Liga Champions Eropa dalam 3 musim beruntun. Cech sendiri melayangkan sanjungan kepada Los Blancos atas pencapaian luar biasa tersebut.

“Buat Real Madrid, bisa memenangkannya tiga kali secara beruntun, itu luar biasa dan anda harus mengangkat topi buat tim yang bisa melakukannya. Sebab Liga Champions adalah gelar yang sangat sulit untuk dipertahankan.”

“Saat anda datang sebagai juara, semua orang akan mendapatkan tekanan ekstra dan itu menambah rumit semuanya. Anda harus benar-benar tepat, tidak ada laga yang dinaungi ketidakberuntungan atau keputusan yang buruk,” tutupnya.

Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Chelsea 19 September 2021

Setelah berhasil mengamankan tiga poin pada pertandingan perdana Liga Champions Eropa musim ini, Chelsea langsung fokus pada lanjutan Premier League akhir pekan besok dimana mereka akan menghadapi lawan yang kuat, Tottenham Hotspur.

Laga Derby London ini akan berlangsung pada Minggu malam WIB mendatang, 19 Desember 2021 di Tottenham Stadium.

Tidak seperti Chelsea yang sibuk di ajang Liga Champions Eropa musim kemarin, Tottenham malah mendapat waktu beristirahat lebih banyak menyusul kegagalan mereka meraih tiket ke ajang tahunan tersebut.

Namun demikian, pasukan Nuno Esprito Santo mengawali musim ini dengan hasil yang cukup bagus. Dari total 4 pertandingan, Spurs hanya kalah sekali dan menang tiga kali.

Tapi Chelsea tampak lebih baik, mereka memenangkan tiga pertandingan pertama musim ini dan hanya tertahan imbang sekali saat meladeni tantangan Liverpool pekan lalu.

STATISTIK KEDUA TIM

Bicara di atas kertas, kekuatan dan materi pemain kedua tim ini tak jauh berbeda, tapi Chelsea sedikit lebih unggul. Pada pertemuan sebelumnya di Markas Tottenham, The Blues berhasil menang dengan skor tipis 1-0.

Tapi tentu saja, Spurs tidak akan membiarkan kekalahan itu terulang, apalagi pada laga pekan lalu mereka sudah kalah telak 0-3 dari Crystal Palace.

Head To Head Tottenham Hotspur vs Chelsea

05.08.2021 Chelsea 2-2 Tottenham
05.02.2021 Tottenham 0-1 Chelsea
29.11.2020 Chelsea 0-0 Tottenham
30.09.2020 Tottenham 1-1/p.5-4 Chelsea
22.02.2020 Chelsea 2-1 Tottenham

5 Pertandingan Terakhir Tottenham Hotspur

11.09.2021 Crystal Palace 3-0 Tottenham
29.08.2021 Tottenham 1-0 Watford FC
27.08.2021 Tottenham 3-0 Paços de Ferreira
22.08.2021 Wolverhampton 0-1 Tottenham
20.08.2021 Paços de Ferreira 1-0 Tottenham

5 Pertandingan Terakhir Chelsea

15.09.2021 Chelsea 1-0 Zenit
11.09.2021 Chelsea 3-0 Aston Villa
28.08.2021 Liverpool 1-1 Chelsea
22.08.2021 Arsenal 0-2 Chelsea
14.08.2021 Chelsea 3-0 Crystal Palace

PREDIKSI SUSUNAN PEMAIN

Tottenham (4-3-3): Pierluigi Gollini, Matt Doherty, Japhet Tanganga, Joe Rodon, Ben Davies, Pierre-Emile Hojbjerg, Harry Winks, Dele Alli, Bryan Gil, Harry Kane, Lucas Moura

Chelsea (3-4-2-1): Edouard Mendy, Cesar Azpilicueta, Thiago Silva, Antonio Rudiger, Reece James, Mateo Kovacic, Jorginho, Ben Chilwell, Mason Mount, Kai Havertz, Romelu Lukaku